Fakta Benua Eropa Yang Harus Diketahui!

Pada saat awal dunia terbentuk, dunia dahulu masih terdiri dari sebuah daratan luas yang dikenal dengan sebutan Pangea. Daratan tersebut juga menjadi benua pertama yang ada di Bumi, yang terbentuk sekitar 300 juta tahun yang lalu. Kemudian karena adanya beberapa pergeseran kerak Bumi pada 200 juta tahun lalu, Pangea pun mulai memisahkan dirinya dan kemudian menjadi daratan yang terbagi-bagi seperti yang kita kenal sekarang.

Fakta Benua Eropa Yang Harus Diketahui!

Saat ini, kita ketahui bahwa ada tujuh daratan benua yang tersebar di seluruh wilayah dunia. Ketujuh daratan tersebut meliputi Afrika, Asia, Antartika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan dan juga Oseania atau Australia. Benua Eropa sendiri merupakan Benua terbesar keempat yang ada di dunia setelah benua Asia, Amerika, dan juga benua Afrika.

Dengan luas yaitu sekitar 10,18 juta meter persegi. Meski begitu, Benua yang terdapat pada belahan bumi di bagian barat ini memiliki sejarah dan juga mempunyai sebuah peradaban yang sangat luar biasa. Tidak sedikit juga dari kita penduduk yang ada di Benua Asia yang selalu ingin menikmati suasana benua Eropa.

Sejarah di Eropa menjadi salah satu yang sangat berpengaruh bagi banyaknya perkembangan peradaban manusia bahkan hingga saat ini. Ada banyak sekali bangsa adidaya yang dahulu sempat berkelana dan menancapkan kekuasaannya di berbagai belahan dunia lain.

Tidak ketinggalan juga di Asia. Sebut saja seperti Inggris Raya, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Portugis, dan juga beberapa negara lainnya yang masih banyak lagi. Tetapi di balik sejarah panjang dari Benua Eropa, ada beberapa fakta unik yang ternyata masih membuat banyak orang penasaran. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang Benua Eropa.

Benua Yang Dihuni 63 Negara

Meski benua Eropa sendiri bukanlah sebuah Benua terbesar, tetapi Benua Eropa ini merupakan tanah yang ternyata didiami oleh 63 Negara. Setidaknya dari seluruh Negara tersebut, masing-masing diantaranya juga memiliki status pengakuannya tersendiri, seperti:

  • 50 Negara berdaulat, dengan pengakuan internasional
  • 7 Negara dependensi otonom.
  • 4 Negara dengan pengakuan terbatas.
  • 2 Negara yang tidak diakui, karena definisi belum memenuhi prasyarat sebagai sebuah Negara.

Nah, mungkin Negara-negara yang juga sering kita dengar sebagai Negara dari Benua Eropa seperti Belanda, Finlandia dan beberapa Negara terkenal lainnya. Tapi ternyata ada juga beberapa negara di Eropa yang jarang sekali namanya dan terdengar, seperti Negara Liechtenstein, Moldova, Lithuania, dan Belarus.

Secara Teknis, Bukanlah Sebuah Benua

Selanjutnya, memang jika dilihat secara teknis, Eropa sendiri bukanlah sebuah Benua tersendiri. Karena wilayahnya yang juga menyatu dan berbatasan langsung dengan Benua Asia. Akan tetapi, seperti yang juga sudah dilansir di dalam situs list25, bangsa Yunani pada saat itu menginginkan wilayah Eropa terpisah dari benua Asia.

Memiliki Desa Dengan Nama Terpanjang

Ternyata ada sebuah fakta unik, di kawasan Eropa terdapat sebuah desa di Pulau Angsley, Wales terlihat seperti desa yang ada di Eropa pada umumnya. Namun yang spesial dari desa tersebut karena memiliki nama yang sangat panjang, yakni Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllanty-siliogogogoch. Nama desa ini sendiri ternyata memiliki arti: “Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel dekat pusaran air deras dan juga Gereja Santo Tysilio dari Gua Merah”

Kota di Dua Benua

Selat Bosphorus, adalah sebuah selat yang memisahkan kota Istanbul dan kemudian disatukan oleh beberapa jembatan yang ada di Kota tersebut. Berada di sisi timur selat adalah kawasan Istanbul yang masuk ke dalam Benua Asia, sementara di sisi barat sendiri adalah selat Istanbul yang masuk ke Benua Eropa.

Eropa Memiliki Negara Terkecil 

Vatikan, sendiri merupakan suatu Negara Di Dunia dengan sebuah kedaulatan khusus yang letaknya berada di dataran Italia. Negara ini merupakan Negara terkecil yang ada di dunia karena hanya mempunyai luas wilayah sekitar 0,44 kilometer persegi saja.

Asal-Usul Nama Eropa Yang Masih Misteri

Tahukah anda bahwa ternyata asal-usul dari nama Eropa sendiri hingga sekarang ini masih menjadi sebuah misteri dan juga masih diperdebatkan? Ternyata belum diketahui secara pasti dari mana asal nama Eropa, akan tetapi terdapat beberapa teori yang menyebutkan hal yang bisa dipertimbangkan. Salah satu teori yang diungkapkan oleh Britannica, Eropa sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno “eurys” yang berarti ‘lebar’, dan juga kata “ops” yang berarti ‘wajah’. Sementara teori lainnya menyebutkan kata Eropa sendiri berasal dari dewi Europa. Meski begitu walaupun asal-usul nama masih diperdebatkan, namun mereka tetap bisa menjadi kawasan negara-negara adidaya.

Negara Yang Tidak Dihuni Nyamuk

Untuk fakta yang satu ini ternyata benar-benar sangat unik. Ada beberapa negara yang terdapat di kawasan Eropa Utara yaitu Islandia yang merupakan Negara yang sangat indah dan juga beriklim sangat dingin. Bahkan diketahui jika di Islandia adalah satu satunya negara yang tidak dihuni oleh nyamuk.

Bulgaria, Negara Tertua Di Eropa

Salah satu fakta lainnya fakta tentang benua Eropa adalah Bvlgari sebagai negara tertua yang ada di Eropa. Meski Bulgaria tidak se-aktif dan se-terkenal Perancis, Jerman, atau bahkan juga Inggris, Bulgaria adalah Negara tertua yang ada di dataran Eropa. Bahkan Bulgaria belum pernah mengganti nama, sejak tahun 681 M hingga kini.

Bandara Penjual Coklat Terbanyak Di Dunia

Meski pada umumnya bandara di peruntukan sebagai fasilitas transportasi udara, tapi bandara Brussel juga menjadi lokasi penjualan coklat terbanyak yang ada di Eropa dan juga di dunia. Jadi jika anda berkunjung ke Bandara ini anda dapat membeli berbagai macam jenis coklat yang biasa di jual di Eropa.

Kastil Terbesar Di Dunia

Jerman adalah salah satu negara yang masuk ke kawasan dan pencetus Uni Eropa yang ternyata memiliki bangunan Kastil Terbanyak Di Dunia, dan salah satunya yaitu Kastil Marbork atau Marbork Castle yang merupakan sebuah Kastil Terbesar yang ada di Dunia dengan luas mencapai 143.591 M2.

Kastil ini sendiri bernama asli Ordensburg Marienburg dibangun yaitu pada tahun 1274 oleh ksatria Teutonic dari Prussia, dan kasitil ini sendiri dahulu difungsikan sebagai pusat pemerintahan dan juga sebagai markas komando para ksatria dalam menghadapi sebuah pertempuran yang ada di kawasan polandia dan juga kawasan baltik utara. Kastil ini dahulu pernah terbakar dan kemudian luluh lantak akibat dampak dari perang dunia kedua namun kemudian berhasil direnovasi kembali, dan pada tahun 1997 Unesco sendiri sudah berhasil menetapkan Kastil Marbork sebagai sebuah situs warisan budaya.

Itu dia beberapa fakta unik yang terdapat di Benua Eropa. Tentunya masih banyak hal lainnya tentang benua Eropa. Kawasan Eropa sendiri di huni oleh negara-negara dengan berbagai latar belakang yang menarik, tentunya bisa menjadi salah satu rekomendasi anda untuk berlibur di kawasan Eropa.

Ekonomi Global Sedang Tumbang, Termasuk Uni Eropakah ?

Dari beberapa sumber yang ada, terdapatnya sebuah riset mengenai pertumbuhan ekonomi Global yang kian harinya kian amblas dikarenakan adanya pandemic dari Corona atau Covid-19 ini. kurang lebih tahun ini sekitar 2,5 % ekonomi Global akan isa amblas, bahkan bisa lebih tinggi daripada persen data tersebut jika memang benar penyebaran dari Pandemic ini tidaklah bisa terkontrolkan lagi. EIU atau Economist Intelligence Unit sudah memetakan adanya 5 resiko utama yang bisa mengancam adanya sebuah perekonomian global di tahun 2020. Dampak ini jelas pertamanya karena adanya sebuah Konflik dari Amerika Serikat dengan Iran yang berpengaruh pada ketetapan dari harga minyak yang ada. Lalu juga munculnya perang dagang antara AS dengan Uni Eropa yang memang memiliki resiko tinggi disbanding dari adanya sebuah penyebaran pandemic virus ini.

Untuk tahun ini EIU lantas memprediksikan adanya pertumbuhan ekonomi Global akan mendekati presentase 2,9% yakni akan mendekati level terendah dala 1 dekade terakhir ini. epidemic virus ini masih berlangsung dan menghambat adanya prospek pertumbuhan di Asia. Prospek dari pertumbuhan ekonomi global ini sendiri langsung didukung oleh adanya Moneter Ekstra Longgar ole bank sentral utama yang ada di dunia. Walau begitu adanya, kebijakan moneter ekstra ini juga akan memicu adanya krisis hutang baru yang ada di beberapa Negara berkembang diantaranya itu di Brazil, Turki, serta di Afrika Selatan.

Dilansir dari sebuah situs, EIU memberikan beberapa resiko utama yang akan mengancam adanya perekonomian Global termasuk di Uni Eropa ini sendiri. Yuk langsung saja cek selengkapnya di bawah ini.

Lonjakan Harga Minyak Meningkat Akibat Konflik AS Vs Iran

Berawal dari adanya serangan uara oleh Amerika Serikat yang langsung menewaskan Qassem Suleimani ( komandan pasukan elit Iran ). Dalam hal ini AS dengan Negara Timur Tengah ingin menghindari danya sebuah konflik yang memang dapat memicu lonjakan harga minyak yang ada d dunia. Namun, ketegangan yang ada di Negara Iran dengan Amerika Serikat ini membuat sebuah komunikasi diantara ke 2 nya ini memanglah semakin sulit lagi. Disini ada sebuah resiko tinggi yang bahwasannya Iran akan segera meluncurkan serangan terhadap keseluruhan Aset AS yang ada di Timur Tengah dalam beberapa bulan kedepan.

Untuk serangan ini bisa saja menyerang Negara seperti Yaman, Libanon, Suriah serta Irak. EIU ini juga telah menyebutkan adanya sebuah kemungkinan yang memang terjadi sebuah konflik militer akan langsung mengarah adanya peperangan diantara AS dengan Iran sekitaran 25%. Kondisi ini sudah pasti akan membuat adanya harga minyak dunia yang bisa melonjak ke level $90 untuk per barelnya. Dari sini bisa memicu adanya inflasi Global, lalu melemahkannya daya beli konsuman dengan dunia usaha.

Amerika Serikat Vs Uni Eropa Dalam Perang Dagang

Hubungan keduanya ini memang sudah memanas saat tahun 2018 silam yang dimana, AS telah meluncurkan adanya investigasi dari dampak Impor Mobil dengan adanya suku cadangan terhadap keseluruhan keamann nasionalnya. AS sendiri telah mengancam untuk menaikan adanya bea impor masuk otomotif yang menjadi 25%. Akan tetapi, ancaman ini kembali di Tarik.

Oktober lalu, AS pun mengenakan adanya bea masuk di sejumlah barang-barang Impor dari Negara Eropa yang memang diikuti seiring dari penyelidikan mengenai sebuah subsidi dari adanya Airbus. Lagi-lagi dalam hal ini AS akan melakukan pengancaman untuk menerapkan adanya sebuah tariff tambahan kepada Perancis dikarenakan, Negara ini telah menerapkan Pajak Layanan digital kepada beberapa perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. Dan terakhir terdengar adanya kabar mengenai kesepakatan atas Green Deal yang dimana sudah membuktikan sebuah Kontroversi antara hubungan Amerika Serikat dengan Uni Eropa yang ada.

Jika nantinya Amerika Serikat ini akan menerapkan sebuah tariff tambahan pada Impor otomotif dari Uni Eropa ini, maka perekonomian di Uni Eropa ni akan memiliki sebuah dampak . seperti kasus ini yang dimana Industri Otomotif melakuakn penyumbangan sebesar 6% dari adanya total lapangan kerja yang berada langsung di Uni Eropa.

Jika nantinya Uni Eropa ini memang dipaksakan langsung dalam pembalasan kepada tindakan Amerika Serikat , maka akan memiliki sebuah resiko perang dagang yang cukup meningkat. Dari sini adanya sebuah konsumen dan juga dunia usaha yang nantinya juga bisa untuk merosot. Dalam hal ini EIU juga telah memperkirakan adanya sebuah peluang terjadnya perang dagang AS dengan Uni Eropa dengan presentase sebesar 25%.

Pandemic Virus Corona Yang Berdampak Ke Perekonomian Global

Dampak dari sebuah virus yang sampai saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia memang sangatlah membahayakan posisi dunia, terutama pada sisi perekonomian. Memang benar adanya, dampak dari virus ini kepada perekonomian Global akan jauh lebih parah dibandingkan dengan pandemic terdahulu yakni SARS yang hadir di tahun 2003 silam. Disini peran dari Tiongkok terhadap adanya sebuah perekonomian dunia yang memanglah sudah bisa berkembang 4x lipat dibandingkan di tahun 2003 silam ini.

Dari sebuah lansiran para tenaga medis yang Profesional ini menyatakan adanya kondisi arurat kesehatan yang ada di Wuhan, Maret lalu 2020 sudah mulai terkendalikan. Dan saat itu juga pemerintah akan mulai untuk mencabut adanya karantina yang memang telah di tetapkan di beberapa daerah dan juga sejumlah aktivitas dari perekonomian ini bisa kembali untuk normal.

EIU sendiri juga sudah memprediksikan adanya  Pemerintah Tiongkok yang akan menerapkan sebuab stimulasi fiscal dan juga Moneter untuk bisa memulihkan adanya ekpansi ekonomi. Sehingga, disini juga ekonomi negaraPanda dan juga perekonomian dari Global ini memang akan pulih di Semester ll tahun 2020. Dan telah berdasarkan pada sebuah perhitungan EIU yang ada hanya 20% peluang dari Virus Corona yang akan jauh lebih bertahan lebih lama lagi dari tahun 2020. Dan untuk hal ini hanya akan ad data sebesar 5% saja yang berbentuk sebuh kemungkinan akan virus coron ini bisa jauh bertahan lebih lama lagi dari tahun 2020.

Dari sini jug bisa timbul disrupsi pada perdagangan global yang smekin terpuruk saja dengan rantai pasokan itu sendiri harus dilihkan dari Tiongkok ke Negara lainnya. Dari sini juga adanya beberapa Negara yang memang akan di prediksikan bisa menerapkan sebuah hmbatan tariff pada sebuah perdagangan Bilateralnya.

Konflik dagang antara Negara merika Serikat dengan Tiongkok ini sendiri memang semakin memanas saja. Jika nantinya Tiongkok tidak akn bersedia untuk memberikan sebuah komitmen Impor yang ad di bawah kesepaktan ini bisa jadi sejumlah eksportir Internasional akan mengalami sebuah tekanan finansial dikarenakan adanya sebuah penurunan permintaan dari Tiongkok dengan menekan langsung harg komoditas dan juga pendapatan dari ekspor itu sendiri.

Adanya sebuah krisi kesehatan public yang sudah berkepanjangan ini juga bisa menyebabkan adnya ancaman bagi stabilitas politik sertakeuangan yang berada di Tiongkok.